Direktorat Jenderal Imigrasi kembali membuka layanan pembuatan paspor setelah sempat ditutup akibat pandemi.

Mulai tanggal 15 Juni 2020, warga negara Indonesia dapat mengajukan permohonan paspor baru maupun penukaran paspor karena masa berlaku paspor, kehilangan atau perubahan data.

Pembuatan paspor baru dan penerbitan kembali paspor kadaluarsa dapat dilakukan secara online oleh masyarakat. Namun khusus untuk penggantian paspor karena hilang atau rusak, masyarakat harus langsung ke imigrasi.

Pembuatan paspor kini lebih mudah karena bisa dilakukan secara online, Kompas.com melaporkan Senin (25/1/2021).

Meskipun pendaftaran dalam hal ini dilakukan dengan mengisi formulir online, namun pemohon paspor baru tetap harus datang ke kantor imigrasi untuk wawancara, cek dokumen, pengambilan sidik jari, pengambilan foto, dll.

Untuk membuat paspor, Anda dapat mengantri layanan paspor di aplikasi Layanan Paspor Online. Anda dapat dengan mudah menemukan aplikasi ini dan mengunduhnya di Playstore dan Appstore.

Setelah aplikasi tersedia, buat akun dengan mendaftar menggunakan email yang valid.

Kunjungi aplikasi dan ikuti langkah-langkah untuk mendapatkan kode pemesanan atau kode batang.

Anda harus membawa kode pemesanan ini saat Anda datang ke kantor imigrasi pilihan Anda.

Di kantor imigrasi, petugas akan memeriksa keutuhan dokumen yang Anda bawa. Jika dokumen memenuhi persyaratan, Anda akan diberikan nomor antrian untuk pengambilan foto, sidik jari dan wawancara.

Lalu apa saja dokumen dan biaya yang harus saya siapkan untuk pembuatan paspor? Berikut rinciannya:
Dokumen pembuatan paspor

KTP Elektronik.
Kartu Keluarga (asli dan copy)
Akta kelahiran, akta nikah, ijazah atau akta baptis (asli dan fotokopi).
Khusus bagi negara asing yang telah memperoleh kewarganegaraan Indonesia wajib membawa Surat Kewarganegaraan Indonesia.
Jika Anda mengubah nama Anda, harap membawa surat keputusan perubahan nama Anda.
stempel.

Khusus untuk perpanjangan paspor, Anda hanya perlu membawa E-KTP dan paspor lama.
biaya paspor

Terdapat aplikasi Antrian Paspor untuk pengguna Android di Google PlayStore yang memungkinkan pemohon paspor untuk mendaftarkan aplikasi paspornya secara online. Sistem baru ini meminimalkan antrean pemohon paspor yang biasanya berkumpul di kantor imigrasi.

Terdapat aplikasi Antrian Paspor untuk pengguna Android di Google PlayStore yang memungkinkan pemohon paspor untuk mendaftarkan aplikasi paspornya secara online. Sistem baru ini mengurangi antrian pemohon paspor yang biasanya berkumpul di kantor imigrasi. (KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA)

Setelah imigrasi menyelesaikan proses pembuatan paspor, Anda akan menerima catatan yang berisi biaya yang harus dibayar dan ID penagihan. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer bank, PT Pos Indonesia, dan e-commerce.

Pembayaran dilakukan hingga 7 hari setelah dokumen diproses oleh USCIS.

Biaya pembuatan paspor baru menurut website Direktorat Jenderal Imigrasi adalah sebagai berikut:

  1. Paspor biasa (versi non elektronik) 48 halaman: Rp 350.000.
  2. E-paspor: Rp 650.000.
  3. Jasa pengurusan paspor (hari yang sama, dll): Rp 1.000.000 (belum termasuk biaya pembuatan paspor.

Secara khusus, layanan pengurusan paspor tidak tersedia di semua kantor imigrasi.

Sedangkan rata-rata waktu pembuatan paspor adalah empat hari kerja setelah pembayaran tagihan.

Penulis artikel ini berharap agar semua pemain bermain dan memilih situs slot online dengan bijak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Penulis juga berharap untuk semua pembaca dan pemain bakal sehat selalu dan dimurahkan rezeki.

Recommended Posts